RSS

About

Sakitnya Tuh Di Siniiii~

"MENGUTIP"

Kenapa hati sama mulut berbeda bunyinya? kenapa kemunafikan selalu ada didirimu? kenapa kamu pelihara kebencian? kenapa kau tak sepemaaf yang kau katakan?

munafik? yah... mungkin kebanyakan akan menganggapnya seperti itu, terus kenapa? kenapa antara perkataanmu dengan hatimu berbeda? kau bilang "santai saja, i'am fine kok" dan di hatimu berkata "ngapain lo nunjukkin muka najis lo di depan gue? mau gue gamprat lo?"

see? betapa munafiknya itu. i know, jujur itu menyakitkan, tapi menurutku lebih menyakitkan ketika ia tak jujur dan membicarakan atau mengata-ngatai kita di belakang. pecundang macam apa yang bertingkah seperti itu? pengecut apa yang bertingkah seperti itu?

mengutip kata Prince Lee Jae Ha (King 2 Heart) "Bajingan tengik ini, akan mati di tanganku. aku takkan membiarkan hyung-ku tersakiti oleh siapapun itu" dan mengutip Kamared Kim Hang Ah (King 2 Heart) "aku ingin seseorang yang jujur, bukan pengecut sepertimu. munafik!". begitu? atau mengutip kalimat Naruto "seberapa besar kesalahan temanku, seberapa fatal kesalahannya, aku takkan meninggalkan ataupun membenci temanku itu. karna teman takkan meninggalkannya sendirian". munafik jika ada orang yang benar-benar suci seperti itu. bahkan orang terdekatmu saja bisa menusukmu dari belakang.

ketika kau salah, kau jelaskan kesalahanmu, dan kau minta maaf. itu cukup bagimu, namun bagi lawanmu? dia didepan memaafkan, takkan membencimu, takkan tersakiti. itu mulut yang berbicara, bukan? hati? "Anjing lah kau, perusak *tuttt*" dan makian-makian yang lainnya. i don't care with us. yang terpenting adalah kau sudah meminta maaf, benar?

lupakan masalah dan mari losing your mind! tentang dosa, siapa tahu? Tuhan yang mengukur itu dosa atau tidak.

tidak peduli dengan makian mereka-mereka, yang kau perlukan adalah kau sudah melakukan kewajibanmu sebagai orang yang dimatanya salah, memintamaaf dan menjelaskannya. urusan dia mau memaafkanmu atau tidak, itu tak usah kau pikirkan. kalo emang dia maafin elo ya alhamdulillah. kalo enggak, yang penting elo udah jelasin dan mintamaaf. yang dosa juga lo gak tau kan, lo atau dia. so... tenang aja. calm down.

-IUH-

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menurut gue...~

Yogyakarta, 15 April 2015

Heiiii, kembali lagi nih. Gak lain gak bukan cuman Niska (yaiyalah, orang blog gue haha) *abaikan*

Udah lama gak ngeblog, kali ini mau cerita apa yaa? Bagusnya apa? Oiya, ceritain semuaya aja yaaa. Hahaha pumpung baru ada peristiwa. Mulai dari mana tapi yaa?

Susah memang bekerja di perusahaan orang lain, kita harus mengikuti prosedur yang ada. Harus mengikuti peraturan terkutuk yang sebenarnya tidak tercantum di kontrak maupun tulisan, mereka (bos-bos) hanya menerapkan dan menyampaikannya lewat mulut ke mulut. Adil? Saya rasa tidak. Kenapa begitu? Karna mereka punya kuasa, betapapun kita ingin melawan, yang ada kita yang di tendang keluar kerjaan. Karna sebenarnya bukan kita yang dibutuhkan oleh perusahaan, melainkan kita yang membutuhkan perusahaan itu. Harus mengikuti semua yang telah ada di perusahaan, termasuk telatnya penggajian karyawan. Kenapa kali ini saya bahas ini? Karna, bagi mereka yang bekerja di perusahaan atau instansi-instansi lain dengan kita sebagai karyawan (buruh/swasta) yang pasti tidak tepat waktu digajinya, pasti ngerasa kesulitan keuangan. Bagi merek (atasan) yang tinggal ongkang-ongkang kaki (padahal tanggung jawabnya besar) tidaklah masalah, karna telat gajinyapun sudah biasa (karna mereka atasan, sekali lagi, karna mereka atasan yang gajinya 2x lipat dari karyawan biasa). Sedangkan bagi kami (karyawan buruh/swasta) yang pontang-panting mempertahankan peringkat kinerjanya demi (kalo bisa) kenaikan pangkat atau gaji, merasa dirugikan. Kenapa tidak? Kita udah kerja sampe semaksimal bahkan melebihi kata maksimal aja gaji telat. Tanggungan keluarga, bulanan lah misalnya dan bagi anak-anak yang masih sekolah, pasti butuh banyak dana bukan? Dan kenapa masyarakat Indonesia (tolong di baca atasan-atasan atau direktur yang mengurusi penggajian karyawan) tidak berpikir seperti itu? Bagaimana masyarakat (warga) Indonesia bisa maju? Bagi kami (karyawan buruh/swasta) yang telat digaji sampai 4 (empat) bulan, itu sudah keterlaluan. Bukankah yang kalian (atasan atau instansi) pekerjakan manusia? Bukan robot yang hanya diisi dengan baterai manual atau listrik. Menurut kalian (atasan/instansi) bagaimana nasib ayah/ibu yang bekerja untuk keluarga (untuk anak-anak mereka) yang tidak digaji? Bagaimana mereka makan? Bagaimana mereka mencukupi kebutuhan sehari-hari? Jika terus begini bagaimana nasib bangsa? *bahasa gue men, tapi ini bener kan?* bagi saya pribadi, ini tidaklah adil. Melihat banyaknya pengangguran dan apa bedanya bila sampai 4 (empat) atau lebih bulan bekerja tidak digaji? Sama saja dengan bekerja sukarela kan? Setahu saya, seseorang yang bekerja dengan sukarela adalah seseorang yang kelebihan aseet atau harta dan tidak banyak tanggungan. Kekayaannyapun bisa menghidupinya sampai 7 (tujuh) turunan *rada berle, tapi mau gimana lagi? Emang ada yang kayak gitu kan? Di teori ekonomi ada kok. Dan sepertinya hahaha*.

Dan bagi yang ekonominya tidak bagus atau rendah, masa iya harus sukarela juga? melucukah instansi itu? Tidak usah saya sebutin instansi mana saja yang seperti itu, yang pasti ada dan saya menemui *ngeliat sendiri malah* instansi itu. Apakah mereka (buruh/swasta) harus berhutang terus menerus tanpa bisa mengembalikan atau malah belum bisa menggembalikan udah hutang lagi gara-gara belum digaji? Kalian bercanda kan? Bagi kalian kami (karyawan swasta/buruh) itu apa? Budak yang seperti masa Belanda? Kerja rodi gitu? Keterlaluan banget bukan? Pandanganku sebagai mahasiswi, ini sangat memilukan. Katanya Indonesia kaya (memang benar Indonesianya doang yang kaya, tapi masyarakatnya? Njomplang, maksudnya yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah miris) kok seperti ini? Katanya pakpres sudah menenuhi syarat bagi kalian (masyarakat Indonesia kecuali saya, karna saya punya pendapat lain) tapi kenapa belum juga ada perbaikan? Memang, perbaikan suatu negara itu gak se-signifikan saat peringkat kita di kelas (SD, SMP, SMA, atau apalah itu) tapi, bukankah tingkah pakpres mencerminkan masyarakatnya? Dan kenapa suatu instansi akan dihapuskan (atau tidak? Saya kurang paham, yang pasti tidak seperti pemimpin sebelum-sebelumnya) atau dianak tirikan? Entahlah ya, kurang paham juga saya. Saya hanya akan membahas penggajian saja. Ora urusan masalah pakpres ato peranakkannya.

Yuk ah, majuin ekonomi Indonesia, caranya paling gampang adalah tertibin penggajian karyawan dulu, baru yang lain. Soal membayar hutang ke luar negeri, bisa dengan pengolahan hasil bumi sendiri tanpa megirim bahan mentah ke luar negeri dan dikirim ke Indonesia dengan bentuk bahan siap dijual. Sama aja itu mah, sama aja kita bayar 2x lipatnya hanya untuk hasil bumi kita sendiri. Indonesia kaya, masyarakat banyak.. kenapa gak diriin lapangan pekerjaan? Gak harus di jakarta, di kalimantan masih banyak yang bisa dijadiin tempat kerja, kenapa semua di ambrukin di timbun di jakarta? Dan kenapa banyak orang yang ingin merantau di jakarta dengan alasan mencari pekerjaan? Padahal, kalau dipikir Jakarta adalah ibukota negara, dan udah padat.. kalau semua ngungsi ke sana, niatlah kalian (masyarakat) untuk menuh-menuhin ibu kota kita. Kasian tau *pendapat saja yaaa, amatiran ini juga, makanya bahasanya berantakan. Jika ada kritik atau saran, diperbolehkan. Malah sangat membantu saya* dan abaikan selingan ini. Lanjut materi.

Sebenernya ketikan cerita atau lebih ke pendapat ini udah lama, cuman baru bisa posting sekarang, so.. dimaafkeun yaaa :).

Oke lanjut lagi yaaa, gini.. bisakah kalian berpikir atau menempatka sebagai mereka (karyawan buruh/swasta) yang udah lama (baca aja udah lebih dari 3 bulan belum digaji) gimana rasanya jadi mereka? Gimana mereka mempertahankan hidup? Dengan kalian (karyawan buruh/swasta) sebagai tulang punggung keluarga? Bingung kan? Ingin rasanya pasrah. Biaya hidup sehari-hari yang semakin tinggi, pembayaran sekolah atau kuliah yang semakin mahal, dan kebutuhan lainnya. Belum lagi kalau ada hutang yang belum lunas dan ada kebutuhan dadakan. Piye jal perasaanmu (bos/instansi/atasan/perusahaan)?
Cukup tentang penggajian yaaa, males ngebahasnya. Bakal banyak pembahasan tentang telatnya pembayaran gaji karyawan, gak sesuai sama kinerja, atau yang lainnya lagi. Masih banyak dan gak akan ada habisnya.

Sekian dari saya, jika ada salah (kata atau apapun itu yang mau lo salahin ke gue) mohon maaf, dan tolong dimaafkeun ya :)


Tertanda ~> @prabaniska | facebook.com/nischae | ask.fm/prabaniska

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tahu Artinya?

1 april 2015

Tahu begitu bencinya masyarakat terhadap ISIS? Kira-kira setengahnya adalah rasa benciku terhadapmu. Tahu apa sebabnya? Cemburu atau tingkahmulah yang membuatku muak. Entah apa yang membuatku seperti ini, tapi perlu kamu tahu... kadang, orang risih melihat tingkahmu, yang seolah-olah wajar tapi bagi sebagian orangpun tidak. Bagiku, tingkahmu berlebihan. Dan terkesan pilih kasih, kenapa? Kamu punya kaca? Kalau punya, silahkan kamu NGACA! Kamu ngaca betapa kamu membuatku sakit, muak, benci, enek, atau sebangsanya. Yak! Bukan karna cemburunya, tapi karna pilih kasihnya itu. Hei.. hei.. kita sama boy, sama. Tapi kenapa kebanyakan pilih kasih. Alasannya apa sih? Karna fisik? Oke! Rata-rata memang cowok atau lelaki atau banci sekalian lebih memilih wanita atau perempuan itu yang cantik alias fisik oke. Body oke. Muka oke. Dan sebagainya yang menurutku itu builshit.

Tahu kenapa aku ngomong gitu? Fakta aja yaa, gak usah peres atau bokis. Survey membuktikan, rata-rata lelaki lebih memilih melihat perempuan dari fisik, jarang ditemui lelaki yang memilih perempuan dari hati atau selain fisik lah. Sifat mungkin, atau memang dia apa adanya dan terlihat ‘sempurna’ dimatamu. Kenyataannya? Kampret semua kan? Aku tegasin ya, KEBANYAKAN! Gak semuanya, menurutku sih. Kalo kalian ada pendapat sendiri sih silahkan. Nilai aja tuh cowok-cowok yang ada di sekeliling mu. Pasti kebanyakan gitu. Berbeda dengan yang punya sudut pandang lain yang memandang perempuan dari sudut yang berbeda.

Dan tahu kenapa saya mulai membenci anda? Kalau ada peka sih harusnya tahu. Tapi.. yah.... lanangan kok peka. Dudu lanangan jeneng e, tapi banci!

Gimana yaa, mengungkapkan kebencian itu kadang susah. Lebih enak prakteknya, tinggal cuekin aja dia. Sebelnya itu, ketika kita pengen deket dan akrab, ee tau-tau tingkahnya iuh banget gitu. Muak kan? Dongkol kan? Jengkel kan? Lo bayangin aja, lo udah seneng-seneng bisa akrab, tiba-tiba lo illfeel (gimana sih nulisnya? Pokoknya gitu deh ya).

Bagi sebagian orang, pilihkasih itu sakit. Ya gak sebagia juga sih, kebanyakan malah. Bener gak? Contoh yaaa, temen lo nih yang udah bener-bener lo anggep temen. Temen lo ini juga kenal sama temen lo yang lain, pas waktu mau makan-makan yang dipanggil temen lo bukan lo, melainkan orang lain. Dan cenderung kedia. Gimana perasaan lo? Sakit? Kecewa? Nah! Lo rasain deh tuh perihnya. Kalo gue sih udah pasti kecewa, secara sama-sama temen kenapa yang diajak makan cuman satu orang? Padahal posisi lo ada di deketnya? Gimana perasaan lo? Gimanaaaaa????????

Lama-lama greget juga gue, mending gak ketemu dulu deh dari pada nambah dosa gue (re: ngebenci anak orang yang gak tahu dia sadar apa gak). Sepertinya ini awal april yang nauzubillah banget yak, miris. Ya gak miris-miris banget, cuman perihnya itu hlo. Sensi lah saya. Sadar gak sih dianya? Ampun deh, tampol juga nih. Seneng banget sih ngeliat aku begini, coba aja dia tahu. Tak wales loroneeeee! Tak walessssss!!! Kampret kampret! Anjrit banget ini hatiii. Ga karuan ih.

Tahu lagunya Christina Aguilera yang HURT? Nah sakitnya kayak gitu tuh.. 11 18 lah, soalnya kanteks nya beda. Wkwkwkwk tapi aslik! Sakit men! Sakit...
Tahu arti lagunya Heartache –nya One Ok Rock? Nah itu kayaknya pas banget, sama-sama gak bisa ngerewind waktu kan. Ga bisa balikin waktu, gak bisa balikin keadaan dan tahukan betapa mustahilnya mengembalikan serpihan atau pecahan gelas menjadi satu? Sama mustahilnya kamu sadar bahwa selama ini kamu selalu memenuhi ruang otakku, sama penuhkan ketika kamu mengisi botol minummu.

Sekarang mungkin kamu belum merasakan kehilangan, tapi.. lihat dan rasakan betapa berharganya seseorang ketika orang itu tidak lagi di dekatmu. Dan inget itu akan terjadi, entah berapa minggu lagi. Aku pastikan, aku jamin! Aku pengen aja liat gimana perasaanmu ketika udah sering bareng atau kamu selalu aku recokin atau selalu aku ganggu, nanti ketika aku tidak di sampingmu atau kamu tidak lagi ada yang merecoki.. kamu akan merasa kerinduan yang mendalam. Rindu akan hal-hal kecil yang pernah kuperbuat. Rindu akan candaan atau tingkahku yang entahlah kau anggap apa.

Suatu saat bila kamu udah ngerasain, kamu bisa bercermin.. dan katakan pada dirimu, betapa sakitnya ketika seseorang yang berhargapun telah menjauh. Betapa berharganya seseorang ketika ia tak menemanimu, tak ada di sampingmu, dan tak memperhatikanmu. Betapa sakitnya ketika rindu telah memenuhi emosi da hanya hentakkan suara yang bisa kau keluarkan. Tak ada komunikasi, tak ada kesempatan bertemu (lagi), tak ada keberanian (mungkin) untuk menemuiku, dan takkan adalagi aku yang selalu mengganggumu dengan tingkahku yang entah kau sebut apa.

Bukan aku ingin membencimu dengan benci yang kian memuncak, aku hanya belajar untuk membiasakan diri untuk tidak bersamamu. Tidak meninggalkan hatiku ditempatmu. Aku hanya ingin memaksa diriku, khususnya hatiku untuk move dari semua tentang kamu. Semua yang berhubungan denganmu, semua yang menyangkutmu, bahkan namamu ingin kuhapus dari memori otakku. Kalau aku bisa nge-revind waktu, akan ku revind dan akan kulakukan apa yang harus kulakukan. Dari awal aku ingin dekat denganmu, namun aku tidak ingin terkesan mendekati. Aku berusaha sewajar mungkin, namun kadang ada rasa iri ketika kamu tertawa bebas dengan mereka-mereka yang telah akrab denganmu yang merupakan permulaan. Bukan iri kepada merekanya, namun iri akan tawamu untuk mereka. Sedangkan aku? Berusaha sewajar mungkin, senetral mungkin, Cuma buat netralin semuanya dan kuanggap aku gagal akan hal itu.

Lemahnya aku adalah ketika hatiku kelam, runtuh, dan tergores.. aku akan merenung dan akan menyesali ‘kenapa harus begini, Tuhan? Adakah jalan lain yang bisa kulalui agar aku tak tergores lagi? Akankah aku menemukan obat penyembuhnya?’.

“these moment can’t revind, cause this love is a crime” yak! Jahatnya adalah ketika sakit hatinya ini. Anjiiiiisssss~

Sekian dari saya, banyak salah kata yang menyinggung atau tidak berkenan mohon maaf. Karna saya nyablak da karna saya apa adanya. Dan apabila anda tidak berkenan silahkan kasih coment :) dengan senang hati saya tanggapi (yang pasti ramah kalo bagian ini, karna anda-anda tidak ada sangkut pautnya sama orang yang saya benci – saat ini sih hahaha).

Wassalam!
Salam IUH! Salam SINGA! *luwak unto boyo*




@prabaniska | facebook.com/nischae | ask.fm/prabaniska

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS