RSS

About

Tampilkan postingan dengan label Ini ceritaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ini ceritaku. Tampilkan semua postingan

Critical Eleven


Apa yang ada dibenak kalian ketika kalian mendapati bahwa anak yang ada dalam rahim kalian meninggal karena tali pusar yang terlilit. Sedih? Hopeless? Tidak tahu harus bagaimana? Belum ikhlas? Belum bisa menerima kenyataan?

Yep. Benar. Memiliki anak setelah menikah, siapa sih yang ga mau? Semua orang pasti mau dong. Apalagi ini adalah anak pertama. Anak yang dinanti-nanti. Namun bagaimana perasaan kamu ketika anak yang kamu kandung sendiri dalam rahimmu, harus pergi selamanya? For me, yang belum menikah, its hurt me so much. Aku belum menikah, dan aku bisa merasakan rasa kehilangan dan terpukul. Melalui Critical Eleven, melalui kisah Anya dan Ale, aku merasakan kehilangan yang luar biasa. Mengerti perasaan Anya yang terus dihantui rasa bersalah karena kehilangan Aidan, anak mereka. Menghadapi perasaannya sendirian. Bagi kamu yang sudah menikah, tentu lebih bisa merasakannya. Lebih dalam dan lebih sakit.

Kenapa aku bilang ini film indonesia yang i think, amazing? Awesome? Luar biasa. Why? Karena setiap tuangan adegan, terasa nyata adanya. Karena setiap adegan, mungkin..... or pasti, terjadi di dunia nyata. Melalui Critical Eleven kita belajar, belajar mencintai, belajar ikhlas, dan belajar mengontrol emosi atau ego. Bagiku, itu sulit hahaha. Secara kadang ego ku aja masih gede. Ikhlas aja kadang susah. Mencintai? Aku tidak tahu apa mencintai itu. Sampai skarang yang aku tahu adalah, mencintai seseorang dengan sepenuh hati, menerima dia no matter what happen. Ga peduli dia ga ganteng lah, dia norak, yang penting dia bisa ngehargai dan membuat kita nyaman. Asal jan kebanyakan nuntut ya haha. Mumet kalo banyakan nuntut.

Back to Critical Eleven.

Gue saranin nih bagi yang mau nikah, barusan nikah, atau udah nikah lama buat nonton film ini. Kenapa? Ya karena banyak yang bisa diambil hikmahnya. And i love Harris Risjad, mesipun partnya dikit wkwkwkwk. I love Anya, trenyuh pas Anya nyium tangan bayi mungil yang sudah berada di sisi-Nya. Karena seorang ibu yang mengandung anak selama 9 bulan itu luar biasa.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

first good news or first bad news?

Hidup. Yang kita hadapi dalam kehidupan adalah kenyataan. Kenyataan pahit atau manis. Kenyataan kebahagiaan atau kesedihan. Antara kebahagiaan, cenderung orang akan ‘lupa’ jika ia ‘pernah’ bersedih. Antara berita bahagia dengan berita penting, orang akan cenderung memilih berita bahagia. Sama halnya dengan kita, ada berita bahagia dan berita buruk, mana yang kau pilih? For me, bad news dulu, jujur ini.
Believe it, mari kita ulas satu persatu.

Pertama, for me, bad news ya.
Kabanyakan orang akan deg-deg-an ketika ia dikabari adanya bad news. Udah negative thinging duluan, padahal belum tentu separah itu. But, somehow, itu bikin heartbreaking hloo.. seriously. Gue aja kalau ada bad news juga ‘aduh, apaan lagi ini’. Kalo menurut gue, bad news mending di sampaikan di awal deh, karna kalau bener-bener buruk, good news pun bakal ancur. Seenggaknya jangan seneng dulu kalau ternyata bad news kita bener-bener bad.. kalau good news dulu yang disampaikan, biasanya abis itu down abis. Udah stress duluan gara-gara bad news yang disampaikan. Misalnya, elo dapet kabar buruk sama kabar baik, dan elo milih kabar baik duluan yang lo mau denger. Kabar baiknya adalah ‘elo dapet tiket gratis DWP VVIP’ kebayang senengnya elo misalnya elo bisa dapetin itu tiket gratis kan? Gue yakin, elo udah jingkrak-jingkrak, triak-triak kayak orang norak *walaupun kalau gue yang dapet pasti lebih norak dari elo-elo pada*, terus dengan senyum lo yang masih mampang di situ, elo nanya ‘jadi, kabar buruknya apaan?’. Yeah, that shit. Elo langsung down banget pas tahu kabar buruknya, example, kabar buruk yang lo terima adalah ‘elo di pecat dari kerjaan yang elo impi-impikan’ lo tahu, di dunia kerja, kalau ‘dikita’ ada label ‘dipecat’ itu tandanya kita susah buat nyari kerjaan a.k.a elo nganggur lama banget. Jadi, gimana dong?
Betapa gak enaknya ketika bad news itu make you down, heartbreaking.. it’s so hurting you, aren’t you? Wkwkwkwk bahasa gue udah kayak apaan aja ya. So, no matter what happen, kalau ada kabar buruk sama kabar baik, mending lo tahu duluan kabar buruknya deh, seenggaknya meminimalisir terjadinya heartbreaking diawal.

Kedua. Kalau bad news yang disampaikan duluan, lihat efeknya. Example. Elo ada kabar buruk sama kabar baik, seperti kabar diatas. Elo udah heartbreaking banget pas tahu lo dipecat, elo udah down banget pas tahu kalau tempat kerja lo udah gak  di situ lagi. Udah stress duluan dan udah mikir keras karna ‘bakal jadi apaan gue kalau nganggur?’ atau elo udah mikir ‘gue mau kerja dimana ini?’ atau malah memaki tempat kerja lo yang berani-beraninya mecat elo ‘anjrit, kurang ajar banget kantor gue. Berani-beraninya mecat gue, gue udah kerja keras juga. Kamprettttt kamprettttt’. Dan ketika elo udah tenang, udah calm, elo nanya ketemen lo, ‘jadi, sekarang apa lagi kabar bahagia selain kabar gue di pecat?’ elo nanya make nada flat, tapi ekspresi sebel abis. And you know what she know. A good news that only make you –little– happy. Kan seenggaknya elo gak ancur-ancur banget kan? Seenggaknya ada hal yang bikin lo ‘little fly’ setelah elo ancur banget karna the bad-fuckingshit-news tadi. Isn’t enough? Hihihi kayaknya enggak deh. Tetep sakit hati juga sih.

Jadi, ya, gue saranin –gak maksa ya– kalau ada bad news sama good news, mending elo milih bad nya dulu deh, dari pada good. Yah, buat jaga-jaga aja sih. Another bad news make you breakdown, another good news make you little fly, maybe. Wkwkwkwk

Eh, udahan dulu ya, gue udah capek dari tadi nulis mulu. Ini aja gue samba kerja wkwkwkwk. Kerjaan gue sih uda kelar, cuma, ya itu, gue sih masih baru jadi gak terlalu banyak kerjaannya. So, keep calm and teteup, laper!!! Kampret.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

You Know....

pernahkah kau hidup sebagai orang lain? pernahkah kau melakukan hal yang tidak biasa kau lakukan? bagaimana rasanya? bagaimana rasanya hidup sebagai orang lain dan memerankannya? sakit? susah?
menyedihkan.
memprihatinkan.
hanya karna kau adalah orang yang mungkin penggantinya, bukan berarti kau adalah orang yang harus bersikap seperti dia. bukan berarti kau harus menjadi dia. menyedihkan. pengorbanan? demi kebahagiaan?
omong kosong.
semua omong kosong.
akan tiba saatnya kau akan lelah dengan semua sandiwara dan kepura-puraanmu. akan lelah ketika kau harus menjadi dirinya dan akan sakit apabila kau kembali menjadi dirimu sendiri.
itu tidak benar.. sangat sangat menyakitkan.
aku bukan dia, dan dia sudah tiada. lalu kenapa harus aku yang melakukan ini? hukuman? bukan....

hanya karna aku adalah bagian hidupnya, bukan berarti aku adalah dia, kan?

aku lelah menjadi orang lain, lelah.
kuat? siapa bilang? kehilangan bukan hal yang enteng!

kehilangan seorang ibu, dan aku adalah anak perempuannya. yang notabene aku adalah 'fotocopy ibu', masuk akal? tidak adil, apa aku harus menjadi beliau yang bahkan sangat sempurna.
beliau rajin, telaten dan sabar.
sedangkan aku?
pemarah, egois, malas, tidak sabaran dan tidak mau kalah. aku bukan titisan dewa yang bisa seenak jidatnya menjadi orang lain seakan hal tergampang yang akan kulakukan. omong kosong apa ini? menyedihkan.
hanya karna aku adalah darah dagingnya, bukan berarti aku adalah dia, benar? lalu kenapa orang-orang selalu bilang, 'wah, mbak mirip banget sama ibunya'. mirip jidatmu, secara fisik maksud lo? tapi sifat dan perilaku?
NIHIL!
aku ya aku, ibuku ya ibuku. tidak ada aku adalah ibuku. omong kosong maam apa ini?

menyedihkan!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

another (bitch-y) conversation's

hahaha why i love the bitch-y conversations? ga kenapa-kenapa cuma ini bener-bener bikin ngakak.

you know, aku tuh orangny supel, humble, ramah banget malah, grapyak kalau bahasa jawanya. nah kan awalnya aku berteman dengan semua. mau cewek mau cowok bebas asal sopan dan gak aneh-aneh. alhasil mungkin juga aku yang terlalu humble ya, atau apapun aku juga gak tahu, ada yang salah paham.
dapetlah telepon dari pacar temen saya *makin bingung kan lo* hahaha. oke begini, jadi pacarnya itu (cowok) temen ku, nah temenan biasa kayak yang lain biasa-biasa aja. orang cowoknya ya wajar kok biasa-biasa aja. tahu batasan karna tahu dia sudah 'tidak sendiri'. ceritanyaaaaaaa......

aku kan kadang di sms di tanya udah dapet kerja apa belom dan blablabla wajar, karna sama-sama udah lulus. bedanya dia lanjut gue kerja. wajar.

si cewek (pacar temen ku) nelpon aku sore tadi wkwkwkwk aku kan lagi sama temenku, si icha, dia heran, aku tambah heran.

isi percakapan :

hp getar-getar lama gak jelas, tadinya males angkat karna nomor asing, tapi pas inget banyak ngelamar kerja jadi parno kalau-kalau panggilan kerja. yasudh angkah deh itu telpon.

*MAAF KALAU TYPO, MAKLUM UDA MALEM JUGA NULISNYA WKWKWKWK* *ngeles*

Me: halo, selamat sore, dengan siapa saya bicara
N: halo, ini benar dengan grinas prabaniska?
Me: iya benar, ini siapa ya?
N: saya N
Me: N siapa ya?
N: N pacarnya A, kenal A kan?
Me: A yang mana ya? *secara nama dia pasaran* hehe
N: *sebutin nama lengkap*
Me: emm, oh, iya kenal kenapa mbak? *bingung*
N: aku rada gak nyaman dengan kamu sering sms A, walaupun dia yang sering sms sama kamu. aku gak nyaman
Me: *tambah bingung, ini kenapa?* oh maaf, kalau ga nyaman, malahan kalau terus terang. tapi, maaf, saya gada maksud, dia cuma saya anggap teman. sama kayak yang lain, teman biasa. gak ada apa-apa, biasa-biasa aja.
N: iya gak papa, mungkin A juga belum cerita kali ya kalau kami udah 2th pacaran
Me: *tambah bingung, hubungannya sama gue apaan?* oh, udah kok, udah tahu juga. gak ngomong? kalau gitu saya yang minta maaf kalau gitu, maaf mbak
N: iya gapapa, ini orangnya lagi minum di depan sambil senyum-senyum, nanti kalau dia sms kamu minta maaf, gak usah ditanggepi ya
Me: *gada yang nanya dia dimana mbak -_-* oh gitu, oke deh. maaf mbak ga maksud, dan gak ada apa-apa. cuma temen doang. saya ketusin gitu? cuekin gak di bales gitu?
N: iya
Me: *bengong seketika*
N: gitu aja, udah ya
Me: *dalam hati: monyet! urusan sama gue apaan? gue juga sms sama dia sewajarnya sebatasnya gak aneh-aneh gak ada niat ngerebut mbak. emang saya cantik, tapi masih cerdas ini. lagian kayak saya kurang kerjaan aja -_-*

tutup telpon, temen nanya. gue jawab gamblang, dia ngakak. ih cewek aneh, gitu komentarnya. gue ngakak deh...

ampun deh :)) gue anak baek-baek kok wkwkwkwk
gak neko-neko *facepalm*

sekian cerita dari kanjeng ratu yang super ayu ayu bali jawa, selamat midnight muahahaha

tertanda
@prabaniska

emuachhh!!! *cun clomohhh*

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Came Back!!

Haloo, selamat sore.. jadi.. ehehm... saya mulai dari mana ya?
oke begini, ada yang nanya alasan saya hidup. biar saya jelaskan dan saya kasih semua alasan. tapi, lihat ini! i love my life, so much.

udah liat? yap, hidup itu simpel. tergantung bagaimana kita menyikapinya. hidup pun kadang flat, itu juga tergantung bagaimana cara kita membuat tanjakkan atau rintangan agar hidup lebih berwarna. orang mengatakan bahwa, hidup hanya sekali, jadi, bahagialah. tapi tidak untukku. bagiku, hidup bukan hanya tentang kebahagiaan. life is everything, hidup mencakup semuanya. bahagia, sedih, kehilangan, aman, nyaman, memiliki, dan yang lainnya. ketika kita bahagia, kita akan merasa 'dunia adalah milikku, world in my arm' padahal, yang harus kita lakukan ketika kita bahagia adalah... bagaimana orang yang di dekat kita, orang yang kita sayangi, orang yang selalu ada untuk kita merasakan hal yang sama. tulari rasa bahagia itu. ketika kita bersedih, entah karena apa, jangan pernah menunjukkan pada orang lain secara berlebihan. karena bersedih pun harus ada batasnya. just it. aku memaknai kehidupanku seperti itu.

kenapa aku hidup?
banyak jawaban atas pertanyaan diatas. mungkin untuk menjawab semua pertanyaanmu? atau karena dengan aku hidup, aku dapat membuat prang di sekitarku bahagia. siapa tahu, bukan? ini bukan masalah arti 'kenapa kamu hidup' tetapi masalah alasan seseorang bertahan hidup.
alasanku hidup ada buanyak, namun aku hanya akan menyusun dalam beberapa poin.
1. karena Tuhan menginginkan aku hidup dan karena Tuhan mengizinkan aku hidup
2. Karena untuk hidup aku butuh peganggan. yes! right, i need you GOD for everything of my life
3. karena misiku hidup adalah membahagiakan kedua orang tua dan adikku
4. menjadi sukses, kaya hati dan hartia tanpa kurang suatu apapun
5. cari suami yang mengerti kita dan men-take care kita. gak ada macem-macemnya, udah pasti nyari suani yang oke punya. dari segi fisik maupun materi (bukan matre ya, tapi ini benar adanya)
6. bahagia dengan keluarga kecilku. happy ever after of you name it lah ya.

simpel. tapi gimana cara kita mengahargai dan menjadikan itu sebagai wujud nyata.

pertanyaan 'kenapa aku hidup?' akan terjawab bila mereka tahu enam poin di atas. so, can i say, my life is my world? yes, i can! yippiiiiiii!!!!!
sekian. thank's dan baybay :* *sun satu-satu**


tertenda
@prabaniska (follow my twitter guys)


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Lose In Solo (refreshing)

Solo, 22 April 2015
Jujur, sebenernya ini ditulis tanggal 30 April 2015, kenapa aku kasih tanggal dan tempat yang berbeda dengan keadaan sebenernya? Pertanyaan bagus! Karna ditanggal itu dan di tempat itulah aku dan kedua sahabatku ‘nggembel’ di kota Solo. Dan di kesempatan ini, aku bakal cerita tentang gimana bisa sampe ke Solo. Dimulai dari........

20 April 2015, pukul 16.23 di kos Icha (Maris Ayu) – Mrican. Awal mula dari ide gila ini adalah kebosanan yang berkelanjutan (halah!) dan ide gila tentu saja muncul dari otak gue yang oke punya yang gak tahu kenapa pinter banget (waks~ >.<). Karna bosan dan tidak ada kegiatan yang bermanfaat, jadilah aku berpikir untuk liburan a.k.a nggembel. “Cha, pergi yuk. Bosen aku” dan si Icha dengan anehnya menjawab “Yo, aku sih ayo-ayo aja. Kemana?”. Berhasil! Terpancing, “Solo, ngreta. Kita nggembel di sana. Oke? Besok berangkat!”. Tahulah reaksi dia, muka syok berat dan memicingkan mata “Gaya mu, ada uang? Ngreta? Kenapa gak motoran?”. “150 rebong cukup? Dan kenapa ngreta? Biar ada seninya, aku lupa gimana rasanya naik kereta. Terakhir naik pas aku bayi -_- oke? Malam ini kamu nginep kos ku dan mohon packing!!”. Dan orang seperti Icha ini yang ajaib, tomboy tapi kemana-mana pasti izin sama pacar (calon istri yang nurut! Wkwkwkwkwk) dan jawabannya adalahhhhhhhhh. Engggg ingggg enggggg “Boleh. Aku udah izin. Oke”.

Packing yang perlu dibawa, dan beberapa alat aneh ada di tas Icha. Ini mau nggembel apa mau ngapain coba? Seneng juga sih, hahaha ide gila terkabul. Next trip Surabaya, sekalian yang jauh! Biar ayem wkwkwkwk (lagak gue kayak orang kaya yaa? Banyak duit dan sok-sokan liburan. Nggembel, nggembel deh..). oke balik ke cerita yang (jangan dibayangkan nggembel itu sama dengan yang kayak di pikiran kalian. Sama sekali ENGGAK!!).oke punya.

Jam sudah menunjukkan pukul 21.48 WIB, perjalanan ke kos aku (dari kos Icha) dan mampir alfamart untuk beli air mineral, snack, dan sedikit roti. Hanya jaga-jaga saja :). Sampai di kos, giliran aku yang packing. Cuman bawa makanan dan minuman, oh tak lupa dompet, parfum dan lipgloss. Just it! Simple kan :P namanya juga nggembel wuihihihi. Dan ribetnya gue pas milah baju, asli baju kotor semua belum di cuci. Alhasil milih deh baju dari merk tertentu yang bahannya tipis, otomatis harus make tanktop. Simpel sih dandanan, cuman make kaos rangkap kemeja yang digulung plus celana panjang (jeans) udah gitu doang. Rambut dikuncir. Oke, sudah jam 01.09 dini hari (yang artinya tanggal 21 April 2015) saatnya tidur.

21 April 2015, 05.00 WIB (waktu Bumijo) yang ternyata aku udah bangun dan ga bisa tidur lagi. Langsunglah aku siap-siap buat mandi, yah.. molor-molor dikit gapapalah. Mandi sih jam 05.45 dan keramas pula. Masih pagi, masih santai.. rencana pergi jam 07.30, jadi masih banyak waktu. Dan si kebo Icha? Masih molor, jangan di tanya.. dia mah jagonya kalo tidur. Dan susah dibangunin. Ada sekitar 4 (empat) kali aku bangunin dia, baru jam 07.00 dia mau bangun dan mandi buat siap-siap berangkat. Oke sebelum berangkat dan keluar kos, tentu saja narsis tidak ketinggalan.. ini diaaa :p hahahaha. Lihatlah muka Icha, berantakan sama seperti saya.



Dan setelahnya, aku kunci semua pintu di kos, dan gembok. Mari berangkat. Sekitar 07.37 berangkat (entah waktunya tepat atau tidak. Dunno yaaa, yang jelas setidaknya segitu lah waktunya ahahahaha), jalan dari kos sampai stasiun Tugu. Kira-kira perjalanan 20 menitn, sampe sana cuz langsung antre ke bagian tiketing. Cari yang Sriwedari ke Solo. Dapatlah kita 3 (tiga) tiket ke Solo dengan Keberangkatan 09.10 WIB dari Yogyakarta. Nah.... yuk nyari sarapan dulu, sampelah kita ke warung soto entah punya siapa, yang ada di deket stasiun yang jelas i like and i love soto :*. Betapa doyannya aku hahaha dan bayar sendiri-sendiri. Okelah. Thank’s to Icha yang gila ini :p. Dan teman ku yang satu, dia mah rajin. Pagi-pagi udah ketemu sama DosPem, ngurus Laporan Magang yang udah mau kelar. Aku sama Icha sih udah kelar, and well hasil SKS (sistem Kebut Semalam) oke kan? Hasilnya mata panda melingkar nyaman haha. Lupakan, back to story. Oke si Fudi masih nanti datengnya yah... mepet kereta berangkat kali. Singkatnya, setelah sarapan balik ke stasiun dan nunggu di sana ampe akaran -_-. Pukul 09.45 Fudi sampai ke stasiun dan hahaha tahulah kebiasaan kami, sapa-sapaan kayak orang udah lama gak ketemu. Sebentar, aku kasih foto pas di stasiun yang tidak terduga hahahaha



Lihat? Betapa kami hahaha... aduh ini foto yaa. Lanjut aja yaaa~
Lamanya nunggu kereta, kita masuk untuk check in (gaya banget, cek tiket doang) dan disitulah ada cerita, sepertinya ada 2 (dua) murid yang tertinggal darmawisata atau apalah itu. Mungkin kesiangan, eh 3 (tiga) ding.. bukan dua.. dan mereka tidak memakai seragam, gimana dong? Dimarahinlah sama petugas tiketnya. Saking perhatiannya sama percakapan itu, aku gak ngeh nanti keretaku dateng jam berapa dan di jalur berapa. Ah sudahlah... kan ada Icha dan Fudi (pikir ku). Lamanya nunggu pun narsis hahaha dan fotonyaaaaaaaa






Gila yaaa, bentar-bentar foto. Hihi bener-bener deh ini orang. Oke lanjut, jadi... kereta nyonya sri ternyata terlambat sodara-sodara, huh. Pas kereta udah datengpun, kita dengan santainya duduk sembarangan, karna kata petugasnya boleh bebas duduknya. Jadi, jangan salahkan kita bila kita duduk sembarangan dan udah klob. Pas udah beberapa kali berhenti di stasiun untuk mengangkut penumpang, kita diusir selama 3 kali, bayangkan TIGA KALI DIUSIR gara-gara sembarangan wkwkwkwk payah emang. Katanya bebas duduknya, ujung-ujungnya diusir juga. dan inilah foto kita di keretaaaaaaa






Dan akhirnyaaaa, sampe solo juga hehehe. Aniwei, dalam rangka mengabulkan permohonanku yang kelewat selo (pake banget malah) mereka (re: Icha dan Fudi) rela mau ikut (mungkin karna kasian wkwkwkwk atau sama-sama  bunek). Sampe solo langsung cuz ke keraton. Gaudah banyak cerita langsung share aja nih foto-fotonyaaa :D dan yah.... sempet tertipu dengan dua penjaga kampretanos ini!!!!!





Dan inilah petualangan yang hahahaha bisa dibilang singkat dan yah... menyenangkan. tidak lupa mengasyikan atau lebih tetapnya, "INILAH HIDUP!" hahaha foto di Solo guys~
















































dan muka lecek mau pulang jogja... liat muka pas makan hahahahaha







Syudah dulu yaaa, sela-sela TA ini sungguh yaa. Pusing dan yah... rada sensi lah :P hahaha.
Sampe jumpa besok (yang entah kapan akan posting beginian lagi)

@prabaniska | facebook.com/nischae | ask.fm/prabaniska

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS