RSS

About

Bunda.. I Love You

Entah mengapa, kurasakan betapa perihnya hati
Teriris, tercecer menggeletak, sedan sedu
Di atas dua bati nisan. tumpukan tanah liat
Taburan bunga-bunga beraroma semerbak

Memandang setiap sudut arah itu
Berurai air mata membasahi pipi
Bak samudera memuntahkan isi
Aku pun demikian tak kuat lagi

Tumpukan tanah dan dua batu itu
Sebenarnya aku belum siap menerima
Dahulu ia yang selalu ada
Dalam indah hari-hariku

Dengannya aku berbagi,
"Mah, hari ini aku dapet nilai bagus"
Pelukan mesara penuh cinta darinya

Pesan, petuah dan nasihat
Selalu saja terngiang-ngiang ditelinga
Kuteringat ketika, ku rasakan cinta
Dari setiap kata-katanya

Kini, kutermenung sendiri.
Kini, beliau telah tiada lagi

Siapa kini pemberi nasihat
Siapa kini penegur dikala khilaf
Siapa kini pemberi pelukan mesra itu

Oh bunda, kepergianmu terasa berat bagiku
Rasanya aku ingin hidup abadi denganmu
Bukan. Tidak mungkin itu.

Oh bunda aku akan selalu mencintaimu

Kau telah kembali kepada cinta dan kasih sayangNya
Tuhan Semesta Alam
Kini kuserahkan kepadamu, wahai Rabb-ku
Allah yang akan cinta dan selamanya ada disampingmu
Dalam nirwana surga penuh dengan keindahan

I Love you, Bunda.

karya mas Wawan Setiawan :) thank's mas ;)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Puisi Untuk Bunda Di Surga

Perih..
Sedih, sendu..
itu yang kurasakan saat kau pergi

Haru, pilu
Air mata tak terbendung
Melihat kenyataan yang begitu menyakitkan
Melihat kau tersenyum dalam tidurmu

Suratan-Mu, Tuhan...
Begitu menyakitkan ku rasakan
Begitu memukul, aku tak kuasa menahan tangis
Akupun tak kuasa meronta, meminta agar kau kembalikan beliau

Entah apa yang aku lihat saat itu
Entah apa yang membuatku begitu tegar
Melihat kenyataan saat papah dan adik lelakiku menangis
Menahan air mata yang akan membanjiri pipiku

Aku bayangkan kau mengelus kepalaku
Menguatkanku dalam pilu
Memberikan senyum indahmu saat aku bersedih
Menyemangatiku..
Dan kau tak mengharapkan apapun dariku

Bunda..
Dengarkah kau saat aku memanggilmu?
Bunda...
Anankmu merindukanmu, taukah kau?

Bunda.. cintamu, kasih sayangmu, selalu aku rindukan
Sapaan saat aku pulang selalu ku dapatkan
Omelan kecil yang berakhir candaan
Ledekan yang berujung ngambekkan

Aku rindu saat itu, Bunda..
Aku selalu mengirimkanmu do'a
Kau selalu melihatku dari Surga
Namun aku? tak sekalipun dapat melihatmu bahkan menyapamu aku tak bisa

Bunda.. Anak lelakimu, adikku lulus ujian nasional
Bunda.. apa yang harus kulakukan?
Aku melihat kenyataan bahwa papah masih merindukanmu
Apa yang harus ku lakukan saat aku tak bisa menggantikan peranmu?

Kini negeri sebrang membuatku mengerti
Kerinduan akan mu kembali
Telapak kakiku, keningku mencium
Do'a selamat antarkanmu pergi

Bunda.. biarkan aku menangis
Membuatku lega akan keadaan ini
Melihat tidur panjangmu yang membias
Mencintaimu saja tak berarti, kini

Aku memang menyayangimu, Bunda..
Namun Tuhan lebih menyayangimu
Tuhan lebih mengerti, Bunda..
Tuhan mempunyai rencana indah untuk mu

Akan kusimpan kenangan bersamamu, Bunda..
Akan ku kenang masa dimana kau selalu tersenyum padaku
Akan ku bawa semangatmu dalam benakku, Bunda
Akakn ku wujudkan suksesku, dan akan ku persembahkan untuk mu

Terimakasih telah merawatku, menjagaku
Terimakasih atas kasih sayangmu, cintamu
Salam sayang anakmu melalui do'a untukmu
Salam rinduku melalui mimpi indahku

with love
your doughter

-Mba Ca-

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kak.. :(


Meski dekat, aku takkan bisa meraih tanganmu
Meski dekat, aku tak dapat menyapamu
Meski tahu, kau akan mengacuhkanku
Berapa lama kau akan seperti itu?

Mengenalku bukan berarti kau menganggapku ada
Mengenalku bukan berarti kau mau menerimaku, lagi
Adakah rasa maaf yang kau berikan untukku?
Adakah rasa rindumu untukku?
Sampai kapan kau akan mengacuhkanku?

Matahari bersinar terang, terik nan panas
Namun bagiku, panasnya matahari tak dapat mencairkan sikapmu
Bulan memang sendiri di sana
Namun tak sesepi diriku
Bintang beribu di langit, bergerombok, berlomba bersinar lebih terang
Namun kau akan lebih terang dalam pandanganku

Mataku memang tak selalu menatapmu, tetapi hatiku?
Aku selalu merindukanmu
Aku membutuhkan senyummu, setidaknya hanya 1 detik
Sampai kapan kau akan mendiamkan ku?

Dalam setiap do'aku, aku sebut namamu.. berharap kau juga melakukan hal yang sama
Dalam anganku, kau hadir dan memberikan senyum indahmu, mengatakan kau merindukanku
Imajinasiku tentangmu selalu indah, dan merangkai begitu saja
Alur cerita yang tergambar dalam benakku selalu ada dirimu
Bayangmu, kapan akan aku lepaskan?

Mungkin aku memang pernah dekat denganmu, merasa sakit saat 'dia' datang
Merasa sedih saat kau berada di dekat 'dia'
Tapi saat aku di dekatmu, aku merasa menang. Menang atas segala hal
Aku menyayangimu, kakak (yang ada di sana)

Aku ucapkan terimakasih telah datang dalam hidupku
Memberi warna merah merona di hatiku
Meninggalkan luka pada sayapku
Mematahkan harapanku dan memudarkan pandanganku ke kamu, kak

Kini aku sadar, aku hanyalah seperkecil gadis yang hadir mewarnai hidupmu
Aku akan selalu menunggumu mengucapkan kata 'heii, apa kabar? sini lah main'
Atau aku akan menunggumu mengucap 'udah lupain aja, lagian itu udah lama. aku udah maafin kamu'
Atau mungkin aku akan pergi dengan mimpi da cita-citaku tanpa dukunganmu

with love,
adek (mungkin) yang selalu menyayangimu

Niska :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Selepas Kau Pergi, Mama..


Aku tahu, Tuhan ga akan memberikan cobaan yang berat dan melampaui batas hamba-Nya. Aku juga tahu, Tuhan mengerti keadaan kita.. mengerti kondisi kita.. dan Tuhan yang lebih tahu seberapa kuatnya kita menghadapi cobaan itu. Aku tidak tahu alasan apa yang di berikan Tuhan, sehingga Ia memberi cobaan berat pada keluargaku. Aku hanya berfikir, keluargaku terlalu kuat untuk menanggung semuanya.. cobaan, hinaa, cacian, rintangan bahkan halangan agar kamu tidak dapat move on pun kami hadapi. Apa yang terjadi kami serahkan pada-Mu, Tuhan.. kami ga akan goyang dengan kencangnya angin yang akan menumbangkan akar-akar kekuatan kami.. Mungkin itu alasan Tuhan memberikan cobaan berat, Ia ingin tahu seberapa kuatnya akar di keluargaku setelah malaikat yang menjagaku, mempertaruhkan nyawanya hanya demi kelahiranku Ia ambil.. Ia sayangi. Dan Istri yang sungguh kuat, sungguh sabar, ikhlas menerima apa yang menjadi beban hidupnya.. entah itu cacian, ejekka, atau apapun yang membuat beliau sakit hati dan dia menutupinya demi menjaga keutuhan “suatu keluarga kandung” agar tidak pecah, meskipun itu sangat sakit.. beliau hanya bisa memendamnya, sampai akhirnya ia tak kuasa menahan.. ia meliapkan rasa sakitnya dengan hal-hal positif, ia menghadap-Mu, Tuhan.. ia bersama-Mu.. Ia selalu mengadu pada-Mu..
Mungkin baginya, rasa sakit hatinyalah yang membuat ia sakit.. tekanan batin yang mendorong si penyakit hadir dalam tubuhnya. Perlahan tapi pasti, penyakit itu menggerogoti sari makanan yang harusnya untuk tenaga bagi tubuhnya, tapi malah jadi “perkembangan” bagi si penyakit. Mungkin Tuhan tahu bahwa mamahku adalah hamba-Nya yang sangat kuat, sabar, ikhlas, dan selalu tawakal pada-Nya.. alasan itulah mengapa Tuhan memberinya cobaan, cobaan yang bagi kami sekeluarga sangatlah berat. Cobaan yang benar-benar membuat kami terpukul, terisak, sakit, sedih, dan harus kuat menghadapinya. Banyak cerita indah diantara kami, ketika kami masih berempat.. utuh, seperti keluarga yang sesuangguhnya. Keluarga yang harmonis, penuh dengan canda tawa. Namun tidak saat kami tahu bahwa mamah / istri mengidap penyakit itu, semua senyumnya, tawanya, mimik bahagianya seakan terenggut dalam sekejap mata. Jarang kulihat ia tersenyum tulus, memang... ia selalu tersenyum dan seakan kuat menghadapi penyakitnya itu, namun.. dibalik itu semua, hatinya menangis. Mengapa ia belum juga sembuh? Mengapa ia belum juga diangkat penyakitnya? Mengapa Allah memberinya beban / cobaan yang begitu kuat? Apa dosa besar yang telah aku lakukan, sehingga aku diberikan teguran seperti ini? Mungkin pertanyaan-pertanyaan itu yang selalu ia lontarkan kala suami dan anaknya tak disampingnya...
Berat baginya untuk menanggungnya sendiri, kami tak bisa berbuat banyak. Hanya do’a dan berusaha agar ia lekas diangkat penyakitnya, hanya semangat yang kami tunjukkan agar ia juga optimis dalam kesembuhannya. Ia selalu bilang “Ibu ki sehat kok, ibu pasti sembuh” begitu senangnya kami saat ia mengatakan kalimat itu, kami beranggapan kalau ia sangat bersemangat untuk menggapai kemenangannya dalam kesembuhan. Namun nyatanya, kemenangan yang ia dapat lebih bagus dan indah dari yang kami harapkan J. Ia sangat fine sekarang, ia bahagia.. tersenyum ikhlas, ia pulang dengan baju putih dan selangit pahala yang ia kantongi.. ia celengi. Ia di sayang Tuhan, terlebih dulu harus ke surga untuk menempati dan singgah di rumah Allah J sungguh indah tempatnya kini. Sungguh lebih dari yang kami bayangkan, tidak lagi merasakan sakit. Yang ia rasakan saat ini hanyalah bahagia dan selalu melihat perkembangan anak-anaknya dari surga juga melihat suaminya yang begitu ia sayangi, suami yang ia bangga-banggakan. Suami yang setia menemani kala ia hidup, mendampingi, membahagiakan..
Heii.. mama sedang melihatku bukan? Jangan sedih jika aku jatuh sakit, hehm... seperti biasa. Perubahan musin, aku kena flu lah. Tapi tak apa, karna Allah sayang aku J. Dulu kalo aku sakit, mama pasti mijitin aku dan papah pasti pijiti bagian jempol kaki. Ukhhh... sakit, terus mama bikinin aku teh manis hangat, nyuruh makan yang banyak. Istirahat cukup, ga boleh banyak maen. Hahaha asyik yak mah, mamah juga masakin masakan kesukaan aku. Hehm.. sayangnya sekarang kalo aku sakit yang bikinin maem ga da L yang ada niska kudu bikin teh manis hangat sendiri, masak sendiri.. yang makan papa sama adek, tapi.. belum bisa masak santan i L duh kudu belajar nih, oke gapapa mamah pasti maklum hehe. Love you mah. Anakmu selalu mendo’akanmu, dan mamah akan selalu hidup di dalam hati mba Ca, Papa, dan Adek J


Salam cinta dari anakmu
 



       

Grinas Prabaniska Kinasih

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Aku akan menjadi buih...

Diambil dari cuplikan sebuah novel yang benar-benar menyentuh. karya mas Andi :) dan novel ini adalah salah satu novel yang saya suka. selamat membaca :D lain waktu saya akan ngepost puisi saya sendiri. soon! wait ya :* #iuh hahahaha
selamat membaca semua, semoga suka. dan buat mas Andi :) maaf banget copas :)

Seperti putri duyung di dongeng itu. Kelak aku akan menjadi buih dan membawa mati semua rahasia hatiku. Sebut aku pesimis, tapi sudah terlalu lama aku menunggu saat yang tepat untuk kebenaran itu. Dans selama itu, aku melihat bagaimana benih-benih perasaanmu kepadanya pelan-pelan tumbuh  hingga menjadi bunga yang indah.

Aku kalah bahkan jauh sebelum mulai angkat senjata. Kau ada dihidupku, tapi bukan untuk kumiliki. Kerjap mata indahmu hanya untuk dia dan selamanya itu tak akan berubah. Meski begitu, kenapa kau tidak berusaha berbalik dan mencari jalan keluar dari bayang-bayang dirimu?


Jika suatu hari kau menyadari perasaanku ini, kumohon jangan menyalahkan dirimu. Mungkin memang sudah begini takdir rasaku. Cintaku padamu tak kan pernah melambung ke langit ketujuh. Aku hanya akan membiarkan buih-buih kesedihanku menyaru bersama deburan ombak laut itu. Karena inilah pengorbanan terakhirku : membiarkanmu bahagia tanpa diriku...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kepergianmu, Mamah....

Senin, 31 Maret 2014..
19th Kau menemaniku, mengasuhkan dalam kasih sayang yang melimpah..
19th Kau memberiku pelajaran hidup, mengajariku membaca, menulis..
Kau takkan menyerah meski aku mengeluh, kau tak marah meski aku salah..
Kau bahkan selalu ada untukku, tak pernah sedikitpun aku melupakanmu, Mama..
Kau bagaikan matahari yang selalu menyinari hidupku, memberiku kehidupan dengan segala kasih mu. Tak pernah kau sesali adanya aku, tak pernah kau mengacuhkan ku meski aku berulang kali marah padamu. Perlahan kau mengajariku arti kesabaran, keikhlasan, dan mengajariku untuk tidak membenci orang yang telah melukai kita. Kau sempurna bagiku, Mama. Kau takkan tergantikan, walaupun dunia kita kini berbeda. Kau menasehatiku kala aku salah dan kala aku tak mau mengalah, kau selalu tersenyum padaku meski ku tau kau sagat terluka.
Mama, kau adalah sosok ibu yang kuat. Kau tak menampakkan rasa sedih dan sakitmu di depan suami dan anak-anak mu. Aku bangga padamu, Mama. Seakan kau adalah hamba-Nya yang benar-benar disayang oleh-Nya, kau diberi cobaan yang teramat sangat berat. Namun Allah tahu, hamba-Nya yang satu ini mampu melewati cobaan dengan ikhlas dan tawakal. Sabar pun teruji, Ikhlas pun tercurah dan Senyumpun terpancar.. Aku bahagia mamah sudah tenang disana, mamah sudah di dekat Allah bukan? Mamah adalah hamba-Nya yang sholehah yang selalu mengingat-Mu saat sehat ataupun sakit, saat sedih maupun bahagia. Beliau, Mamahku yang selalu menjadi kekasih-Mu, Tuhan..
Ingatkah kau mamah, saat aku kecil aku selalu menemanimu membuat ‘tempe kedelai’. Saat itu aku memakai gaun warna ungu dan menidurkan ‘anak ayam’ warna hitam. Kau tersenyum melihat tingkah ku, kau bahkan ketawa saat kau tau gaunku ada ‘kotoran ayamnya’ K. Kau juga pernah memarahiku kala aku bangun kesiangan, kala itu aku masih kelas 1 SD. Dan aku memintamu mengantarkanku pergi sekolah, tapi kau mementingkan pergi ke ‘sawah’ eee untuk aku mau dianter budhe Sum hahaha J ingat bukan? Sewaktu aku menirukan ‘orang ater-ater’ di rumah kita, aku selalu mengucap kalimat ‘kulon nuwun – sami sami gage’ haha itu sungguh cerita yang pernah kau bahas bukan? Aku masih ingat jelas mamah..
Kau yang selalu mengingatkanku untuk shalat 5 waktu, meski aku belum bisa full dan belum ‘sesregep’ mamah. Tapi aku berusaha lhooooo J, aku juga ingat saat ulang tahunku.. entah itu yang ke berapa tapi aku sangat ingat. Kau memberiku pesta ulang tahun yang menurutku itu membahagiakan, menggembirakan.. ada banyak balon dan games yang tak terduga.. kau juga membuatkanku ‘nasi kuning’ sebagai pengganti kue tart. Kau memang selalu mengerti bagaimana kondisi anakmu mah, kau ingat saat Arned menginginkan motor? Hahaha mamah sampe didiemin kan waktu itu? Tapi tenang mah ada ‘mencho’ mu yang handal, yang bisa bikin Arned mau ngomong lagi sama mamah.
Oiya mah, ingat gak waktu aku SMP aku pernah mau di jemput mamah, eeee malah ga jadi gegara waktu itu papah sms apa gitu.. inget gak mah? Waktu itu gigi papah juga mau di cabut gegara sakit ato ‘kerowak’ gitu. Hahaha ujung-ujungnya aku ikut ke Dokter Gigi kan? Dokter siapa gitu aku lupa hahaha J. Pas masuk SMA juga, selalu dianter papah ato mamah.. hehm.. waktu itu belom boleh naek motor sendiri, soalnya belum cukup umur dan belum ada SIM (surat izin meminjam #eh?) hahaha
Oiya mah, aku juga pernah bilang ke mamah kan “kalau besok aku ultah yang ke-17 aku mau dirayain make kue. Tapi cuman keluarga doang” inget ga mah? Iiiiii ternyata mamah beliin aku kue tart, yang banyak coklatnya... ceresnya.. ada daun juga :* suka deh mah. Makasih yaa, oiya mamah juga pernah bilang kan kalo di SMA aku bisa dapet 5 besar aku bakal di kasi 5 permintaan. Itu juga terkabulkan hahaha, waktu itu aku minta beliin sate, bakso, mie ayam, baju, sama satu lagi apa yak mah? Lupa deh Niska L.
Aku tau aku nulis kek gini mamah tau, pasti mamah ngintip dari surga yaaaa. Ahh ketahuan deh sama Niska, Niska kan sok tau #eh? Maksudnya Niska cuman nebak sih, ya kali bener yaaa nek salah yaa hahaha :p. Mah, di rumah sepi nih ga ada mamah. Cuman ada aku, papa, sama adek. Hehm... kalo aku ke jogja di rumah cuman berdua, duh serasa mamah lagi kerja tauu... oiya mah, inget pas kita pertama kali nempatin rumah hasil jerih payah mamah sama papah? Duh berasa malam itu dingin ya mah, sampe-sampe aku pilek... dan waktu itu tidur berempat (4) di depan tv hahahaha. Kangen deh suasana waktu itu, bener-bener kenangan yang ga bisa di lupain.
Terus pas aku keterima di Universitas di Yogyakarta mamah juga ikut seneng dan menasehatiku bukan? Mamah bilang ‘jangan bangga karna di UGM tapi bangga karna prestasimu yang menjulang Mbak Ca’ iya kan? Mamah juga nemenin aku selama aku ‘OSPEK’ mamah beliin aku makan, nyiapin kebutuhan ospek ku mamah juga sabar ngadepin aku yang ‘waktu itu’ labil gegara maagnya kambuh dan ngambek pas mamah mau pulang ke rumah. Tau kenapa? Soalnya aku ga ada temen di kos mah, mamah juga nyuciin baju kaku. Ee sekarang aku yang ngegantiin posisi mamah kalo aku pas di rumah, tapi maafin Niska ya mah kalo Nska belum bisa masakin masakan kesukaan papah. Abis susah sih, ruwet.. pelan-pelan yak mah... oiya mamah juga harus awasin Niska dari surga yak, ga bole lengah ngawasin Niska nanti ketinggalan ‘HOT NEWS KESUKSESAN” Niska hlooo hahaha J.
Mah ada yang ketinggalan, mamah inget pas aku TK terus adek pas umur berapa gitu aku lupa.. mamah selalu nyeritain dongeng sebelum tidur kan? Hihihi Niska inget bener itu, sekamar berempat sama papa.. itu pas rumah kita masih di ‘KULON’ yak mah, duh banyak kenangan juga, oiya pas tamasya juga, pas nonton ‘teletubis’ juga hahaha sampe-sampe mamah sama aku dulu sering nonton ‘Putih Abu-Abu’ yang disiarin di salah satu televisi swasta haha J duh bener-bener deh, kalo bisa di Re-Run bakal tak Re-Run terus deh masa-masa indah itu. Pas aku pertama kali di beliin sepeda, pas aku ngambek terus minta jemput mbak Lia buat ke ‘Wonosari’ terus pas mamah beliin aku Helm yang bermerk ‘INK’ pas mamah beliin aku baju lebaran, masakin masakan kesukaan.. padahal kan mah, kalo mamah udah sembuh aku pengen mamah masakin aku tumis ‘kates/pepaya muda’ eee malah mamah uda di sayang sama Allah, yaudah gapapa. Malahan kan mah? Mamah ga ngerasain sakit lagi, dosa-dosa mamah uda di ampuni dan surga adalah rumah mamah sekarang.. lebih indah dan lebih dekat dengan umat-umat nabi Muhammad SAW yang beriman dan bertaqwa. Mamah juga deket sama Allah, mamah bisa ketemu ‘Simbah Wetan Kakung Putri, Eyang Kakung Putri, dan sedulur-sedulur ATEMODIMEDJO lan sedulur-sedulur MARTO PAWIRO lainnya’ jangan khawatir tentang Niska, Arneda, dan Papah. Kita bakal hadepin apapun masalah, cobaan, kebahagiaan, kesuksesan dan kemenangan bersama. Mamah ga akan pergi dari kami, mamah akan selalu ada di dalam hati kami, kenangan bersama mamah menjadi cerita indah saat ini, esok dan sampai Niska punya cucu sampai Niska lebih sukses dari apa yang mamah bayangkan. Mamah liat aja Niska, Arneda, dan Papah akan menunjukkan betapa kuatnya kita, betapa hebatnya kita..
Tidur nyenyak dikuburmu mah, Berbahagialah mamah di surga.. karna surga adalah rumah mamah sekarang. Niska ucapin makasih dan Niska ga bisa balas apapun selain memanjatkan do’a untuk mamah setiap saat dan setiap Niska shalat/ibadah.. Niska bener-bener bangga punya mamah yang hebat mamah yang kuat dan tabah seperti mamah.. mamah yang menyayangi anak-anaknya dan suaminya melebihi apapun, Niska masih inget ‘SMS TERAKHIR MAMAH’ Niska tetep simpen kok mah, oiya sekk sekk Niska tulis wae sisan J
16 Maret 2014
Ya mb alhamdulillah
20 Maret 2014
Syg mama melebihi sglny, bljr yg baik mg sukses
25 Maret 2014
Mb bsk msk jam brp, klu msk siang mbok plg ibuk kangen bnget
25 Maret 2014
Magripo kae alon nak arep ktm zaki soale sesuk esuk wis bali
26 Maret 2014
Ok mb slm kmbli ya


Zaki = ponakan aku yang masih berumur 3th anaknya mbak ku (mbak Lia, anak Budhe RR.Kuswidyaningsih)
Tuh, masih Niska simpen kan sampe sekarang....
Oiya mah, papah tu jail banget hloo, masa sms ‘Dek Ayu (pacar / mantan Arned) make nomor mamah hahaha.. jantobat mah..
Udahan mah aku nulisnya, besok-besok di lajut.. mau shalat maghrib dulu sekalian do’ain mamah biar mamah di surga seneng dan bahagia :*
Niska sayang mamah, oiya Niska tau jawaban mamah “Sayang Mamah melebihi segalanya untuk anak-anak mamah” ya kan? Hehe Niska uda hafal kok, karna Niska juga sayang mamah melebihi segalanya yang ada di dunia ini...

    Salam sayang dari anakmu
          J Grinas Prabaniska Kinasih

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2ne1 - 너 아님 안돼 (Gotta Be You)

saeroun mannameun
shirheo waenji mollado
yeojeonhi nega manhi miwo ajigdo
unmyeong gatdeon mannami
ijen nimeseo nami
doeeo tteona gasseo ajigdo
maemdoneun neoui hyanggi
We used to be all turnt up
urin meoreo jyeosseo jeom jeom
neon anira haetjiman dugo bwa
sarangui yeogjeon
oneuldo oechyeo
geujeon cheoreom, Let’s go
apeuro Rewind
cheoeumeuro X O
ajigdo neol itji mothago itneun
nae moseubi na shirheunde
ijeuryeo ijeuryeo haedo
geuge andwae Everyday
neo animyeon an doendago
kkeutiran isseul su eobtdago
It ain’t over, til it’s over
It ain’t over, til it’s over
It ain’t over, til it’s over
neoui sarangi nal mangchyeodo
nal apeuge handaedo
naegen ojig neo hana ppun
nae sarangeun neoro
shijaghae neoro kkeutna
i jarie Waiting for you
neo anim andwae No
My one and only oh, oh, oh
neo anim andwae No
nae gyeoten
neo animyeon andwae nan
dashi nal gadwo
neoraneun gamoge
neo eobtneun
hyeonshiri gahoghae
jugeul mankeum himdeureodo
don’t care
nan yeounikka mogsumi ahob gae
subaeg beon nal bushwodo
maeseobge morachineun neoran pado
I’m Okay apado sarang ape
nan Desperado
nuga mwora hadeon gane
nan amudo sanggwan an hae
uri gati chumchudeon
geu noraeneun ajig an kkeut natgie
neol hyanghae jigeum oechyeo
geujeon cheoreom, Let’s go
apeuro Rewind
cheoeumeuro X O
majimagirago chagabge marhadeon
ne moseubi shirheunde
jiuryeo jiuryeo haedo
jakku nan neol geurine
neo animyeon an doendago
kkeutiran isseul su eobtdago
It ain’t over, til it’s over
It ain’t over, til it’s over
It ain’t over, til it’s over
neoui sarangi nal mangchyeodo
nal apeuge handaedo
naegen ojig neo hana ppun
nae sarangeun neoro
shijaghae neoro kkeutna
i jarie Waiting for you
neo anim andwae No
My one and only oh, oh, oh
neo anim andwae No
nae gyeoten
neo animyeon andwae nan
nuneul gamado saenggagna
ni eolgul pyojeong hana hana
neon naui cheomija majimag
sarangiya, Don’t say goodbye
neoui sarangi nal mangchyeodo
nal apeuge handaedo
naegen ojig neo hana ppun
nae sarangeun neoro
shijaghae neoro kkeutna
i jarie Waiting for you
neo anim andwae No
My one and only oh, oh, oh
neo anim andwae No
nae gyeoten
neo animyeon andwae nan

I don’t wanna meet new
people, though I don’t know why
I still hate you a lot
Our encounter was like destiny
But now we’ve turned from lovers
to strangers. You left me but your
scent still lingers. We used to be
all turnt up. We’ve grown farther
apart, more and more.
You said no but you
just wait for the love battle.
Again today,
I shout out Let’s go back
Rewind to the past
To the beginning XO
I hate seeing myself
still not over you
I try to forget but
I can’t, every day
It’s gotta be you
It can’t be over
It ain’t over til it’s over
It ain’t over til it’s over
It ain’t over til it’s over
Even if your love
ruins me and hurts me
To me, it’s only you
My love starts with
you and ends with you
I’m waiting for you right here
It’s gotta be you, no
My one and only oh oh oh
It’s gotta be you, no
It’s gotta be you
by my side
Trap me again in your prison
The reality without
you is so cruel
Though it’ll be so hard,
I don’t care
Because I’m a fox,
I have nine lives
Even if I’m broken down hundreds
of times by your fierce waves
I’m okay, though it hurts, when
I’m in front of love, I’m desperado
No matter what anyone says
I don’t care at all
Because the song we used
to dance to is not over yet
I’m shouting out to you right now
Let’s go back
Rewind to the past
To the beginning XO
I hated you for coldly
saying this is the end
I try to erase you but
I keep drawing you out
It’s gotta be you
It can’t be over
It ain’t over til it’s over
It ain’t over til it’s over
It ain’t over til it’s over
Even if your love
ruins me and hurts me
To me, it’s only you
My love starts with you
and ends with you
I’m waiting for you right here
It’s gotta be you, no
My one and only oh oh oh
It’s gotta be you, no
It’s gotta be you
by my side
I close my eyes but I think of you
Each and every one of your faces
You are my first and last love
Don’t say goodbye
Even if your love
ruins me and hurts me
To me, it’s only you
My love starts with
you and ends with you
I’m waiting for you right here
It’s gotta be you, no
My one and only oh oh oh
It’s gotta be you, no
It’s gotta be you
by my side

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS