Critical Eleven
One Ok Rock Version - A Thousand Miles
*** Seribu Mil ***
Making my way downtown, walking fast,
Faces pass and I’m home bound
Staring blankly ahead, just making my way,
Making my way through the crowd
— Berjalan di pusat kota, aku berjalan cepat,
— Menghadapi masa lalu dan aku pulang
— Menatap kosong ke depan, aku hanya berjalan,
— Berjalan melewati kerumunan
And I need you,
And I miss you,
And now I wonder,
— Dan aku membutuhkanmu,
— Dan aku merindukanmu,
— Dan sekarang aku ingin tahu,
If I could fall, into the sky,
Do you think time, would pass me by?
‘Cause you know I’d walk a thousand miles
If I could just see you
tonight
— Jika aku bisa terbang ke langit,
— Apa kau pikir waktu akan melewatiku?
— Karena kau tahu aku akan berjalan seribu mil
— Jika aku hanya bisa bertemu denganmu
— malam ini
It’s always times like these when I think of you
And I wonder if you ever think of me
‘Cause every thing’s so wrong and I don’t belong
Living in your precious memory
— Selalu saat seperti ini ketika aku memikirkanmu
— Dan aku ingin tahu apakah kau pernah memikirkanku
— Karena segalanya jadi salah dan aku tak bisa
— hidup dalam kenangan berhargamu
Cause I’ll need you,
And I miss you,
And now I wonder
— Dan aku membutuhkanmu,
— Dan aku merindukanmu,
— Dan sekarang aku ingin tahu
If I could fall, into the sky,
Do you think time, would pass me by?
‘Cause you know I’d walk a thousand miles
If I could just see you,
Tonight.
— Jika aku bisa terbang ke langit,
— Apa kau pikir waktu akan melewatiku?
— Karena kau tahu aku akan berjalan seribu mil
— Jika aku hanya bisa bertemu denganmu
— malam ini
And I, I
Don’t wanna let you know
I, I
Drown in your memory
I, I
Don’t wanna let this go
I, I don’t
— Dan aku, aku
— Tak ingin biarkan kau tahu
— Aku, aku
— Tenggelam dalam kenanganmu
— Aku, aku
— Tak ingin lepaskan
— Aku, aku tak ingin
Making my way downtown, walking fast
Faces pass and I’m home bound
Staring blankly ahead, just making my way
Making a way through the crowd
— Berjalan di pusat kota, aku berjalan cepat,
— Menghadapi masa lalu dan aku pulang
— Menatap kosong ke depan, aku hanya berjalan,
— Berjalan melewati kerumunan
And I still need you,
And I still miss you,
And now I wonder
— Dan aku masih membutuhkanmu,
— Dan aku masih merindukanmu,
— Dan sekarang aku ingin tahu,
If I could fall, into the sky,
Do you think time, would pass us by?
‘Cause you know I’d walk a thousand miles
If I could just see you
— Jika aku bisa terbang ke langit,
— Apa kau pikir waktu akan melewati kita?
— Karena kau tahu aku akan berjalan seribu mil
— Jika aku hanya bisa bertemu denganmu
If I could fall, into the sky,
Do you think time would pass me by?
‘Cause you know I’d walk a thousand miles
If I could just see you
If I could just hold you
Tonight
— Jika aku bisa terbang ke langit,
— Apa kau pikir waktu akan melewatiku?
— Karena kau tahu aku akan berjalan seribu mil
— Jika aku bisa bertemu denganmu
— Jika aku bisa memelukmu
— malam ini
Emotional baby! *when your mom back to GOD and when My mom back to GOD too*
ngeliat anak kecil yang mengenali benar lagu yang sering di nyanyikan ibunya,
melihat itu, gue sakit.
menceritakan kelakuan ibunya, melihat orang-orang selalu excited ketika
menceritakan kisahnya dengan ibunya, mendengar suara ibunya menegur anaknya,
all about voice of mom. It’s hurt me.
banget, apa lagi gue yang udah segede ini. Beruntung gue ditinggal nyokap pas
gue udah kuliah, coba kalau masih piyik-piyik? Gak tahu hidup gue bakal jadi
apaan.
linknya, tar kalau inet kantor udah oke, gue share deh. Jadi, ceritanya, video
itu ngerekan anak kecil yang baru berumur 10 bulan kalau gak salah, udah
ditinggal mamahnya meninggal. Kesurga duluan. Dan anaknya dititipin dan diasuh
sama adiknya. Waktu itu, anaknya lagi duduk-duduk gembira, senyum-senyum gitu,
di rekaman itu. Nah si aunty iseng nyanyiin lagu yang biasa di nyanyiin sama
mama nya dulu waktu mamanya masih hidup. Orang awam kayak gue yang denger aja
bisa mewek, apa lagi adek kecil itu, adek kecil yang udah gapunya mamanya lagi.
Reaksi dia apa? Dia cuma mencoba tersenyum tapi tetep, matanya gak bisa
sembunyi. Air matanya ngalir. Matanya merah. He’s cry cause miss his mom. Terus
gue nyeletuk ‘don’t cry sweetheart, I know what you feel like I feel too. I really
know. I miss my mom like you miss your mom, sweetheart. I know sweetheart, I know.
Don’t cry’ padahal gue udah nahan-nahan air mata biar gak netes. Tapi, tetep,
netes dengan suksek.
gue mewek. Ini tentang seorang ibu –setidaknya akan menjadi seorang ibu– yang kehilangan
anaknya. Gue baca novelnya Ika natassa, judulnya ‘Critical Eleven’ di situ diceritakan kisah Aldebaran Risjad dan
Tanya Laetitia Baskoro Risjad. Bertemu di penerbangan Indonesia ke Sydney, dan
saling jatuh cinta. Ada satu adegan yang bener-bener nyayat hati, bagi gue sih.
Ketika Tanya melahirkan anaknya yang sudah tak berdegup jantungnya, melahirkan
didalam keadaan anaknya sudah tiada. Bagi orang yang belum punya anak, mungkin
ini gak begitu sakit. Tapi bagi gue, ini sakit banget. Kehilangan anak sama
saja dengan kehilangan separuh nyawa yang ia pertaruhkan untuk kehidupan
anaknya, untuk memperjuangkan anaknya agar dapat melihat indahnya dunia. Melihat
kejamnya dunia dan melihat sayangnya dunia. Namun semua sirna ketika Tanya
tahu, ia melahirkan anaknya yang sudah tiada. Melahirkan ke dunia ini dan juga
mengembalikan ke sang pencipta. Gue belum pernah punya anak dan belum pernah
menikah, tapi perasaan kehilangan akan sama. Kenapa begitu? Gue seorang anak,
gue kehilangan mama gue. Sama kan? Ibu kehilangan anak, dan anak kehilangan
ibu. Hurt me so much. Damn!
gue bagi kan? Durasi Cuma bentar kok. Ini dia J
songongnya ampun banget, pengen nampar dokter yang bego banget, pengen treak ke
depan dokter ‘Elo dokter kan! Jangan bego kenapa? Nyembuhin beginian aja gak
bisa? Elo perantara Tuhan kan? Kalo gak mampu, jangan jadi dokter!’ pengen
rasanya nampar dia pake kata-kata itu. Tapi apa? Bahkan ketika nyokap gue
pulang, gue gak bisa nangis. Gue bisa nangis setelah pengajian malamnya
selesai, waktu gue mau tidur, waktu yang biasa gue pake tidur sama nyokap gue,
dan saat itu, gue sadar. Nyokap gue udah pulang ke pemiliknya. Gue bisa apa? Gue
nangis sambil di peluk bokap dan budhe. Gue gak bisa gak nangis setiap inget
nyokap.
Bad News!
why i hate a doctor, so much ") *facepalm*
first good news or first bad news?
conversation with papah :))
Secarik cerita pengantar kabar
You Know....
pernahkah kau hidup sebagai orang lain? pernahkah kau melakukan hal yang tidak biasa kau lakukan? bagaimana rasanya? bagaimana rasanya hidup sebagai orang lain dan memerankannya? sakit? susah?
menyedihkan.
memprihatinkan.
hanya karna kau adalah orang yang mungkin penggantinya, bukan berarti kau adalah orang yang harus bersikap seperti dia. bukan berarti kau harus menjadi dia. menyedihkan. pengorbanan? demi kebahagiaan?
omong kosong.
semua omong kosong.
akan tiba saatnya kau akan lelah dengan semua sandiwara dan kepura-puraanmu. akan lelah ketika kau harus menjadi dirinya dan akan sakit apabila kau kembali menjadi dirimu sendiri.
itu tidak benar.. sangat sangat menyakitkan.
aku bukan dia, dan dia sudah tiada. lalu kenapa harus aku yang melakukan ini? hukuman? bukan....
hanya karna aku adalah bagian hidupnya, bukan berarti aku adalah dia, kan?
aku lelah menjadi orang lain, lelah.
kuat? siapa bilang? kehilangan bukan hal yang enteng!
kehilangan seorang ibu, dan aku adalah anak perempuannya. yang notabene aku adalah 'fotocopy ibu', masuk akal? tidak adil, apa aku harus menjadi beliau yang bahkan sangat sempurna.
beliau rajin, telaten dan sabar.
sedangkan aku?
pemarah, egois, malas, tidak sabaran dan tidak mau kalah. aku bukan titisan dewa yang bisa seenak jidatnya menjadi orang lain seakan hal tergampang yang akan kulakukan. omong kosong apa ini? menyedihkan.
hanya karna aku adalah darah dagingnya, bukan berarti aku adalah dia, benar? lalu kenapa orang-orang selalu bilang, 'wah, mbak mirip banget sama ibunya'. mirip jidatmu, secara fisik maksud lo? tapi sifat dan perilaku?
NIHIL!
aku ya aku, ibuku ya ibuku. tidak ada aku adalah ibuku. omong kosong maam apa ini?
menyedihkan!
another (bitch-y) conversation's
hahaha why i love the bitch-y conversations? ga kenapa-kenapa cuma ini bener-bener bikin ngakak.







